PERJALANAN RUH

Oleh : Al Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah
Sumber : AsySyariah No.39/IV/1429 H/2008

Pernakah anda hadir disisi seseorang yang tengah menghadapi sakratul maut, hingga jasadnya dingin, terbujur kaku, tak bergerak, karena ruhnya telah berpisah dengan badan? Lalu apa perasaan anda saat itu? Adakah anda mengambil pelajaran darinya? Adakah anda berpikir bahwa anda juga pasti akan menghadapi saat-saat seperti itu? Kemudian, pernakah terlintas Tanya dibenak anda. Ke mana ruh itu pergi setelah berpisah dengan jasad?

Hadists yang panjang dari Rasul yang mulia dibawah ini member ilmu kepada kita tentang hal itu. Simaklah …!

Sahabat Rasulullah, Al-Bara’ bin ‘Azib berkisah, “Kami keluar bersama Rasulullah untuk mengantar jenazah seorang dari kalangan Anshar. Kami tiba dipemakaman dan ketika itu lahadnya sedang dipersiapkan. Rasulullah duduk. Kamipun ikut duduk di sekitar beliau dalam keadaan terdiam, tak bergerak. Seakan-akan diatas kepala kami ada burung yang kami khawatirkan terbang. Di tangan Rasulullah ketika itu ada sebuah ranting yang digunakan untuk mencocok-cocok tanah. Mulailah beliau melihat ke langit dan melihat ke bumi, mengangkat pandangannya dan menundukkannya sebanyak tiga kali. Kemudian bersabda, “Hendaklah kalian meminta perlindungan kepada Allah dari adzab kubur,” diucapkannya sebanyak dua tau tiga kali, lalu beliau berdoa, “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur,” pinta beliau sebayak tiga kali.

Setelahnya beliau bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba yang mukmin apabila akan meninggalkan dunia dan menuju ke alam akhirat, turun kepadanya para malaikat dari langit. Wajah-wajah mereka putih laksana mentari. Mereka membawa kain kafan dan wangi-wangian dari surga. Mereka duduk dekat si mukmin sejauh mata memandang. Kemudian datanglah malaikat maut hingga duduk disisi kepala si mukmin seraya berkata, “Wahai jiwa yang baik, keluarlah menuju ampunan dan keridhaan dari Allah.”

Ruh yang baik itu pun mengalir keluar sebagaimana mengalirnya tetesan air dari mulut wadah kulit. Malaikat maut mengambilnya. (Dalam satu riwayat disebutkan: Hingga ketika keluar ruhnya dari jasadnya, seluruh malaikat diantara langit dan bumi serta seluruh malaikat yang ada dilangit mendoakannya. Lalu dibukakannya pintu-pintu langit. Tidak ada seorangpun malaikat yang menjaga pintu malaikat kecuali mesti berdoa kepada Allah agar ruh si mukmin diangkat melewati mereka). Ketika ruh tersebut telah diambil oleh malaikat maut, tidak dibiarkan sekejap matapun berada ditangannya melainkan segera diambil oleh para malaikat yang berwajah putih. Mereka meletakkan dan membungkus ruh tersebut di dalam kafan dan wangi-wangian yang mereka bawa. Dan keluarlah dari ruh tersebut wangi yang paling semerbak dari aroma wewangian yang pernah tercium di muka bumi. Kemudian para malaikat membawa ruh tersebut naik. Tidaklah mereka melewati sekelompok malaikat kecuali mesti ditanya, “Siapakah ruh yang baik ini?” Para malaikat yang membawanya menjawab, “Fula bin Fulan,” disebut namanya yang paling bagus yang dulunya ketika di dunia orang-orang menamakannya dengan nama tersebut. Demikian, hingga rombongan itu sampai ke langit dunia. Mereka pun meminta dibukakan pintu langit untuk membawah ruh tersebut. Lalu dibukakanlah pintu langit. Penghuni setiap langit turut menghantarkan ruh tersebut sampai ke langit berikutnya, hingga mereka sampai ke langit ke tujuh. Allah berfirman, “Tulislah catatan amal hamba-Ku ini di ‘Illiyin dan kembalikan ia ke bumi karena dari tanah mereka Aku ciptakan, ke dalam tanah mereka akan Aku kembalikan, dan dari dalam tanah mereka akan Aku keluarkan pada kali yang lain.”

Si ruh pun dikembalikan ke dalam jasadnya yang dikubur dalam bumi/tanah. Maka sungguh ia mendengar suara sandal orang-orang yang mengantarnya ke kuburnya ketika mereka pergi meninggalkannya. Lalu ia didatangi dua orang malaikat yang sangat keras hardikannya, keduanya menghardiknya, mendudukkannya lalu menanyakan padanya, “Siapakah Rabbmu?”

Ia menjawab, “Rabbuku adalah Allah.”
Ditanya lagi, “Apa agamamu?”
“Agamaku Islam,” jawabnya.
“Siapakah lelaki yang idutus di tengah kalian?” tanya dua malaikat lagi.
“Dia adalah Rasulullah,” jawabnya
“Apa amalmu?” pertanyaan berikutnya
“Aku membaca Kitabullah, lalu aku beriman dan membenarkannya,” jawabnya.

Ini adalah fitnah/ujian yang akhir yang perhadapkan kepada seorang mukmin. Dan Allah mengokohkannya sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya:
“Allah menguatkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang tsabit/kokoh dalam kehidupan dunia dan dalam kehidupan akhirat.” (Ibrahim:27)

Terdengarlah suara seorang penyeruh dari langit yang menyerukan, “Telah benar hamba-ku. Maka bentangkanlah permadani dari surge. Pakailah ia pakaian dari surge, dan bukakan untuk sebuah pintu ke surge!”

Lalu datanglah kepada si mukmin ini wangi dan semerbak dari surge serta dilapangkan baginya kuburnya sejauh mata memandang. Kemudia ia didatangi oleh seorang yang berwajah bagus, berpakaian bagus dan harum baunya, seraya berkata, “Bergembiralah dengan apa yang menggebirakanmu. Inilah harimu yang pernah dijanjikan kepadamu.”

Si mukmin bertanya dengan heran, “Siapakah engkau? Wajahmu merupakan wajah yang datang dengan kebaikan.”

“Aku adalah amal shalihmu. Demi Allah, aku tidak mengetahui dirimu melainkan seorang yang bersegera menemui Allah dan lambat dalam bermaksiat kepada Allah. Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan,” jawab yang ditanya.

Kemudian dibukakan untuk sebuah pintu ke surga dan sebuah pintu ke neraka, lalu dikatakan, “Ini adalah tempatmu seandainya engkau dulunya bermaksiat kepada Allah, lalu Allah menggantikan bagimu dengan surge ini.” Maka bila si mukmin melihat apa yang ada dalam surge, ia pun berdoa, “Wahai Rabbku, segerakanlah datangnya hari kiamat agar aku dapat kembali kepada keluarga dan hartaku.”

(bersambung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: