MENGHITUNG NISBAH BAGI HASIL DAN REALISASI BAGI HASIL PADA PEMBIAYAAN MUSYARAKAH – KONTRUKSI

MENGHITUNG NISBAH BAGI HASIL DAN REALISASI BAGI HASIL

PADA PEMBIAYAAN MUSYARAKAH – KONTRUKSI

Oleh : Duscik Ce’olah

 Contoh Kasus:

PT. ABC yang bergerak dibidang pengerjaan proyek (kontruksi) memenangi tender pengerjaan proyek pengerasan jalan sepanjang 20 km dengan nilai proyek sebesar Rp5 Milyar rupiah dengan jangka waktu pengerjaan 6 bulan. Untuk pengerjaan proyek tersebut, PT. ABC mengajukan pembiayaan modal kerja ke Bank Syariah D, dengan melampirkan estimasi perhitungan kebutuhan modal kerja dan keuntungan sbb:

Kebutuhan Modal Kerja

Nilai Proyek                            : Rp    5.000.000.000

Pajak (misal 10%)                    : Rp      500.000.000  (-)

Nilai Proyek Bersih                   : Rp    4.500.000.000

Estimasi Biaya Modal Kerja     : Rp    3.500.000.000  (-)

Estimasi Keuntungan                     : Rp    1.000.000.000

Porsi Pemenuhan Modal Kerja

Modal Sendiri                          : Rp    1.500.000.000

Pembiayaan Bank                      : Rp    2.000.000.000  (+)

Total Modal Kerja                       : Rp    3.500.000.000

 (diasumsikan bahwa Analis Pembiayaan di Bank Syariah sependapat dengan estimasi perhitungan tersebut diatas)

 

Pertanyaan:

Jika ketentuan tingkat bagi hasil Bank Syariah D sebesar 15% efektif, maka hitunglah sebagai berikut:

  1. Nisbah Bagi Hasil.
  2. Jumlah Bagi Hasil Bank Syariah D dan Bagi Hasil PT. ABC, jika:
    1. Nilai proyek yang dibayar oleh Bowheer sebesar Rp5.000.000.000 & Biaya Pengerjaan Proyek sebesar Rp3.500.000.000
    2. Nilai proyek yang dibayar oleh Bowheer sebesar Rp4.500.000.000 & Biaya Pengerjaan Proyek sebesar Rp3.300.000.000

Jawaban:

1.     Menghitung Nisbah Bagi Hasil

Hal-hal yang menjadi acuan dalam menentukan nisbah adalah ketentuan tingkat bagi hasil bank  D (15% per tahun) dan jangka waktu pembiayaan/jangka waktu pengerjaan proyek (6 bulan).

Dengan demikian besaran bagi hasil yang diharapkan oleh Bank Syariah D (Bagi HasilDiharapkan)  adalah:

: Tingkat Bagi HasilDiharapkanx Plafond Pembiayaan

: 15% *(6/12) x  Rp2.000.000.000

: Rp150.000.000.000

Nisbah Bagi Hasil Bank Syariah D

: Bagi HasilDiharapkan /Estimasi Keuntungan x 100%

: Rp150.000.000/Rp1.000.000.000 x 100%

: 15%

Nisbah Bagi Hasil PT. ABC    : 100%-15% = 85%

Dengan demikian, nisbah bagi hasil adalah 85% untuk PT. ABC dan 15% untuk  Bank Syariah D.

 

 2.     Menghitung Bagi Hasi

1. Jika nilai proyek yang dibayar oleh Bowheer sebesar Rp5.000.000.000 & Biaya Pengerjaan Proyek Rp3.500.000.000

Realisasi Keuntungan

: Nilai proyek yg dibayar – Pajak – Biaya Pengerjaan Proyek

: Rp5.000.000.000 – Rp500.000.000 – Rp3.500.000.000

: Rp1.000.000.000

Bagi Hasil Bank Syariah D    

:  Nisbah Bagi Hasil Bank Syariah D x Realisasi Keuntungan

: 15% x Rp1.000.000.000

: Rp150.000.000

Bagi Hasil PT. ABC                  

:  Nisbah Bagi Hasil PT. ABC x Realisasi Keuntungan

: 85% x Rp1.000.000.000

: Rp850.000.000

1. Jika nilai proyek yang dibayar oleh Bowheer sebesar Rp4.500.000.000 & Biaya Pengerjaan Proyek Rp3.300.000.000

Realisasi Keuntungan

: Nilai proyek yg dibayar – Pajak – Biaya Pengerjaan Proyek

: Rp4.500.000.000 – Rp450.000.000 – Rp3.300.000.000

: Rp750.000.000

Bagi Hasil Bank Syariah D    

:  Nisbah Bagi Hasil Bank Syariah D x Realisasi Keuntungan

: 15% x Rp750.000.000,-

: Rp112.500.000,-

Bagi Hasil PT. ABC                   

:  Nisbah Bagi Hasil PT. ABC x Realisasi Keuntungan

: 85% x Rp750.000.000,-

: Rp637.500.000,-

—————————————————-

Selesai, semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: