Kisah Lauda Egregia Goestiano

Kisah Lauda Egregia Goestiano

March 23, 2012 at 4:16 PM

(dikutip dari http://potads.or.id/news/kisah-lauda-egregia-goestiano/)

Saya seorang ibu dengan 2 anak, yang pertama berusia 18thn perempuan, yang kedua 6,5thn laki laki. Kehadiran anak anak saya merupakan kebahagian yang tak terhingga yang saya rasakan dalam hidup saya. Ingin rasanya saya selalu melihat kecerian dan kebahagian dari mereka sepanjang masa.untuk anak saya yang pertama saya tidak mengalami sesuatu yang “istimewa” sampai saat ini, semuanya berjalan seperti apa adanya. Waktu saya baru mempunyai 1 anak saya selalu berharap semoga saya di anugrahi seorang anak lagi entah perempuan atau laki laki buat saya tidak masalah, saya selalu bilang ke semua orang di lingkungan tempat tinggal saya andai saya punya anak lagi saya akan memberikan uang sebesar Rp.50.000,- per anak yang usia SD, dan saya selalu konsultasi ke dokter agar saya bisa mempnyai anak lagi. Selama 1 tahun saya mengikuti saran dokter dan mengikuti beberapa sarannya. Dan pada tahun 1995 pada bulan novenber saya positif hamil, saya berteriak senang dan saya bersyukur kepada NYA. Sebagai orang yang sangat mendambakan kehadiran si kecil saya berusaha merawat kandungan saya seperti layak nya orang lain.

Pendek kata saya melahir kan pas bulan tetapi saya melahirkan dengan di vacuum karena bayi saya termasuk besar. Anak saya lahir dengan berat 3.850 kg, panjang 51 cm.pada waktu melahirkan saya melihat anak saya biasa2 saja tidak ada hal hal yang mencurigakan hanya dia ada masalah saat saya mencoba untuk menyusui, setiap akan minum selalu langsung mencret begitu selalu setiap kali saya menyusui nya, sampai akhirnya saya bawa ke dokter anak langganan kami dan anak saya di diagnosa dehidrasi, tetapi dengan memberikan susu formula semuanya bisa di atasi. Bulan pertama sampai bulan ke 6 semua nya berjalan biasa biasa saja,ada hal yang kami sekeluarga sedikit bertanya Tanya kenapa anak saya kok belum bias bicara, jalan, belum numbuh gigi pada hal usianya sudah 14 bln. Saudara dan tetangga selalu bilang gak apa apa karena anak mereka ada juga yang belum bias apa apa dalam usia segitu, dalam hal ini saya terlena saja dan tidak punya rasa apa apa , apalagi menduga anak saya ada sesuatu kekurangan. Oh ya anak saya ini kami beri nama LAUDA EGREGIA GOESTIANO, biasa di sapa LAUDA.

Suatu hari saya sedang menghadiri suatu pesta di salah satu hotel dan saya memang selalu membawa lauda kemana pun saya pergi, dan waktu itu ada teman saya yang bilang “bu… anaknya idiot ya?”… bagaikan di sambar petir hati saya mendengar pertanyaan rekan saya itu, saya Cuma bilang dari mana dia tau? Dan dia jawab iya.. saya tahu anak ibu cacat.tanpa buang waktu saya pergi ke dokter anak langganan kami dan saya dengan becucuran air mata bertanya apa benar apa yang di katakan teman saya tersebut. Dan jawaban dari dokter adalah bahwa dia tidak melihat ada kelaianan pada lauda akan tetapi dia menyaran kan agar saya pergi test ke RSCM. Dengan bertanya dan mencari cari informasi dari mana pun akhirnya saya pergi ke RSAB Harapan Kita dan lauda menjalani berbgai tes, tes pertama adalah tes kromosom. Waktu membaca hasil tes akhirnya tiba… saya inget betul saya sangat penasaran dan di dalam lift saya buka dan ALLAHU AKBAR saya membaca kata POSITIVE….

Tidak ada kata yang keluar saat itu, air mata pun seperti nya tidak bisa di tahan. Seribu perasaan berkecamuk dalam hati saya waktu itu rasa MARAH, BENCI, SEDIH, TIDAK BISA MENERIMA,TAKUT, MALU, dan sejuta perasaan lainya tak bisa saya ungkapkan dengan kata kata. Dengan perasaan terpukul saya menemui dokter anak di RSAB Harapan Kita dan mereka memberikan penjelasan tentang apa dan bagaimana DOWN SYNDROME kepada saya. Dan lauda juga di saran kan untuk menjalani tes jantung, mata. Dan hasil tes jantung lauda ternyata ada kelainan juga yaitu PDA, dan mata juga ada yaitu minus 2,5, dan silinder 2,5.

Untuk kedua kalinya saya merasa disambar petir di siang bolong. Rasa tidak terima, sedih dan berbagai rasa terus didada ini, dan yang lebih parah lagi saya merasa TUHAN TIDAK ADIL , kenapa harus saya, kenapa harus lauda yang menghadapi kenyataan ini, salah saya apa?. Satu hal yang ada dlam hati dan pikiran saya waktu itu adalah MATI….. mungkin KEMATIAN adalah solusi yang terbaik. Saya bertekad saya harus mati bersama dengan ke 2 anak saya. Pikiran itu yang selalu ada dalam pikiran saya. Karena saya tidak mau kelak anak saya LAUDA menjadi bahan olok olok orang , menjadi bahan ejekan, di kucil kan, dan di hina.saya harus menjauhkan lauda dari kenyataan ini.

Sekembali dari rumah sakit saya antar lauda ke rumah, setelah itu saya ambil mobil saya bawa kendaraan masuk jalan tol cikampek terus ke Tj Priok dan balik lagi ke cikampek dan saya menangis, marah., semua perasaan saya tumpahkan saya berteriak sampai saya merasa lelah dan saya ingin bunuh diri bersama anak anak saya. Tapi entah dari mana saya seperti nya merasakan lelah sekali dan saya menepikan kendaraan dan saya beristirahat sejenak dan tanpa saya sadari ada suatu bisikan MENGAPA SAYA PUTUS ASA?…….. KENAPA SAYA TIDAK MENDEKAT KAN DIRI DAN BERSERAH KEPADA NYA?……sungguh saya kaget, saya terbangun dan saya coba untuk mengingat ngingat apa saja yang telah saya lakukan Selama 2 jam tadi.

Sejak saat itu saya lebih sadar dan coba untuk menerima kenyataan ini dan saya bertekad saya akan buktikan bahwa mempunyai anak DS bukan suatu AIB, tetapi ANUGRAH. Doa yang tidak ada putus putus nya kepada SANG PENCIPTA buat anak ku lauda selalu saya panjat kan. Dan mulai saat itu lauda saya bawa ke tempat terapi dan saya berikan dia apa yang di butuh kan . tanpa raa lelah saya berjuang dan saya kejar ketinggalan lauda agar lauda bisa menjadi anak yang pintar minimum untuk diri nya sendiri, agar kelak dia tidak bergantung ke pada orang lain.

Saya ingat kakak saya berpesan “ KITA ORANG TUA HANYA LAH IBARAT TEMPAT PENITIPAN BARANG, ORANG BOLEH MENITIPI BARANG APA SAJA, ENTAH BARANG YANG MAHAL, MURAH, BAGUS , JELEK, APAPUN….. TOH NANTI TITIPAN INI AKAN DI AMBIL OLEH YANG PUNYA”… ini yang ,membuat saya sadar saya harus menjaga titipan NYA. Kepada kakak nya pun saya coba untuk menjelaskan keadaan adik nya dan saya bersyukur kakanya pun bisa mengerti. Beruntung saya adalah orang yang tidak terlalu lama larut dalam situasi yang sangat sangat menyiksa ini, saya hanya larut selama 2 minggu dimulai dari tes kromosom, dan sejak itu saya sudah bisa terima kenyataan dan saya sampai sekarang merasa sangat bahagia dengan kehadiran lauda.

Sekarang lauda sudah berumur 6.5 thn sekolah di SD normal, terapi di YAMET 2 kali seminggu dan lauda juga sudah bisa bicara, layaknya anak lain nya. Terima kasih TUHAN……. Saya menganggap ini merupakan suatu mukjizat.

Ellya Goestianie

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: