KAJI ULANG AGENDA PEMBERANTASAN KORUPSI

KAJI ULANG AGENDA

PEMBERANTASAN KORUPSI

(oleh : Duscik Ce’olah)

 

 Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar pembahasan dimasyarakat, pemberitaan di media massa dan di seminar-seminar tentang korupsi. Korupsi disebut telah merusak perekonomian negara indonesia. Akibat tindakan korupsi banyak sekali uang negara yang tidak sampaikan ke sasaran penggunaan sehingga tuujuan pembangunan tidak tercapai. Misalnya korupsi dana untuk pembangunan infrastruktur menyebabkan pembangunan infrastruktur terhambat dan walaupun dilaksanakan kualitasnya tidak sesuai dengan semestinya. Korupsi disektor pendidikan menyebabkan agenda pembangunan sumber daya manusia tidak tercapai dengan baik. Korupsi disektor layanan publik dan birokrasi menyebabkan layanan kepada masyarakat tidak optimal dan menyebabkan ekonomi biaya tinggi.

 

Paham akan besarnya dampak dari korupsi maka berbagai pihak menganggap penting untuk adanya usaha pemberantasan korupsi. Oleh karena itu, munculnya agenda pemberantasan korupsi oleh pemerintah dengan membentuk badan adhoc khusus pemberantasan korupsi yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi. Dimasyarakat, sejumlah pegiat anti korupsi membentuk sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang konsen terhadap usaha pemberantasan korupsi seperti ICW, FITRAH dan lain-lain. Kini, setelah beberapa tahun agenda pemberantasan korupsi dilaksanakan, begitu banyak pejabat yang dihukum mulai dari kepala Dinas, Bupati/Walikota, Gubernur, Anggota DPR, Menteri hingga pemimpin lembaga negara seperti Mahkamah Konstitusi. Namun pertanyaannya adalah apakah korupsi sudah berhasil diberantas atau setidaknya berhasil dikurangi secara signifikan sehingga agenda pembangunan dapat dicapai? Jawabannya tentu saja belum berhasil dan bahkan dengan gamblang dapat diketahui bahwa tindakan korupsi masih marak dilakukan oleh para pejabat. Akibatnya agenda pembangunan negara belum dapat dilakukan secara memadai.

 

Melihat kondisi ini harusnya pemerintah dan masyarakat pegiat anti korupsi memikir ulang tentang pelaksanaan agenda pemberantasan korupsi. Perlu dikaji secara mendalam tentang korupsi dimulai dari akar permasalahan. Apakah akar masalah dari merajalelanya korupsi adalah kurang usaha pemberian hukuman, atau kurang banyak aturan-aturan terkait penyelenggaraan negara, atau masih rendahnya gaji para penyelenggara negara atau masalah kualitas moral atau semuanya adalah akar masalah. Jika memang akar masalahnya adalah kurangnya pemberian hukuman, maka pembentukan KPK sudah tepat. Jika akar masalahnya adalah masih rendahnya gaji penyelenggara negara maka perlu adanya kebijakan untuk meningkatkan gaji penyelenggara negara. Untuk hal ini, dengan anggaran yang terbatas maka pemerintah harus melakukan terobosan-terobosan misal dengan meningkatkan etos kerja PNS sehingga produktifitas PNS bisa ditingkat dan dengan demikian jumlah PNS dapat dikurangi. Poin ini penting sekali karena sebagian besar anggaran pemerintah dihabiskan untuk pembayaran gaji pegawai. Jika akar masalah korupsi adalah masalah kualitas moral, maka diperlukan agenda pembangunan sumber daya manusia secara total dimana pendidikan tidak hanya mengenai ilmu pengetahuan dan seni tapi tentang moral. Pemerintah dan masyarakat harus bersama-sama melaksanakan agenda ini. Pemerintah berperan dalam pendidikan formal melalui penyusunan kurikulum yang berbasis moral, sedangkan masyarakat berperan pada pendidikan informal melalui kegiatan keagamaan, kegiatan sosial dan pendidikan dalam keluarga. Poin itu dalam agenda pembangunan sumber daya manusia berbasis moral ini adalah harus adanya teladan dari para pemimpin mulai dari pemimpin tertinggi yaitu Presiden. Selagi pemimpin tidak memberikan teladan yang baik maka agenda pembangunan sumber daya manusia tidak akan berhasil.

 

Jika akar masalah korupsi adalah masih lemahnya aturan-aturan, maka pemerintah dan DPR harus terus menerus melakukan perbaikan peraturan-peraturan yang berlaku sehingga ruang gerak tindak pidana korupsi dapat dipersempit.

 

Terkait akar masalah korupsi di Indonesia ini, penulis berpandangan bahwa semua permasalahan diatas merupakan akar masalah dari merajalelanya tindak pidana korupsi di Indonesia. Oleh karena itu, agenda pemberantasan korupsi harus secara berkesinabungan memperbaiki masalah-masalah tersebut secara sungguh-sungguh. Point penting dari kesungguhan itu adalah harus ditunjukkan oleh presiden dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan pemerintah yang senafas dengan usaha penyelesaian masalah-masalah diatas yaitu pemberian hukuman yang berat kepada pelaku korupsi, peningkatan gaji pegawai, pembangunan sumber daya manusia berbasis moral dan memperketat aturan-aturan pemerintah. Jika kebijakan pemerintah tidak senafas dengan masalah diatas, maka omong kosong adanya kesungguhan pemerintah dalam agenda pemberantasan korupsi.

Iklan

BELAJAR DARI QATAR

BELAJAR DARI QATAR

(oleh : Duscik Ce’olah)

 

Qatar, sebuah negara kecil di teluk persia dengan jumlah penduduk tidak lebih dari 300 ribu jiwa dengan kekayaan alam yang melimpah berupa minyak dan gas. Sebuah negara yang sukses mengelola kekayaan alamnya untuk kemakmuran rakyat dan menjadi salah satu negara dengan pendapatan perkapita yang sangat tinggi. Cerita tentang Qatar dengan kekayaan alam dan kemakmurannya, banyak hal yang dapat kita ambil pembelajaran yang sangat berharga yang dapat dijadikan referensi bagi pemimpin dan rakyat negara lain termasuk Indonesia.

Pertama; Qatar paham akan kekecilannya. Oleh karena itu, ia memegang prinsip untuk berteman dengan semua bangsa dan organisasi. Dengan demikian, ia memiliki keuntungan secara diplomasi yang berguna dalam memperjuangkan kepentingannya. Dalam sebuah wawancara televisi amerika, mantan Emir Qatar, Syeikh Hamad bin Khalifah Al Tani mengatakan bahwa tidak ada kebijakan yang lebih baik bagi sebuah negara kecil kecuali bersahabat dengan semua bangsa.

Terletak diantara dua raksasa timur tengah yaitu Arab Saudi dan Iran yang selama beberapa dekade selalu berseberangan dalam berbagai hal terutama permasalahan suni dan syiah, Qatar yang merupakan negara suni dituntut untuk cerdas dalam memainkan perannya dalam menjaga stabilitas nasional ditengah stabilitas kawasan yang terus bergejolak.

Dengan paham akan kekecilannya, Qatar menjaga hubungan baik dengan barat terutama Ingris, Jerman, Perancis dan Amerika yang merupakan kekuatan utama barat. Dalam hubungan militer, Qatar menjadikan negaranya sebagai pangkalan militer utama Amerika di Timur Tengah. Kerjasama ini menjadikan Qatar sebagai mitra strategis bagi Amerika yang memberikan keuntungan bagi Qatar dalam hubungan Diplomasi Internasioal. Biasanya, sebuah negara yang menjadi pangkalan militer bagi amerika dianggap sebagai negara yang lemah dan menjadi “alat” Amerika dalam menekan negara tersebut dan negara-negara disekitarnya. Tapi kasus Qatar berbeda, Qatar mengambil sisi positif dari kehadiran pangkalan militer Amerika dimana militer Amerika tersebut menjadi satpam gratis bagi Qatar dalam melindungi negaranya yang kecil namun kaya akan minyak dan gas yang terletak dikawasan yang tak henti bergejolak oleh isu Israel – Palestina dan isue sekterian antara sunni dan syiah.

Kedua; Qatar paham akan pentingnya soft power. Paham betul bahwa negara pemenang dalam era modern sekarang adalah negara yang memiliki soft power terkuat bukan militer terkuat sebagai mana era perang dingin dan sebelumnya. Oleh karena itu, Qatar membangun kekuatan ekonomi dan menggunakan kekayaan alamnya untuk membagun bisnis yang baik secara langsung dan tidak langsung memberikan keuntungan bagi kegiatan diplomasi Qatar di dunia internasional. Dalam rangka itu, Qatar membangun raksasa media Al jazeera yang menyiarkan berita keseluruh dunia dalam berbagai bahasa seperti bahasa Arab, Ingris, Turki, Urdu dan lainnya. Al Jazeera juga merambah bisnis disektor olah raga dengan brand beIN Sport yang memegang berbagai lisensi siaran kegiatan olah raga ternama di dunia. Dibidang investasi Qatar membangun raksasa investasi berupa holding Qatar Investment Authority (QIA) yang membeli sejumlah saham perusahaan kelas dunia seperti raksasa otomotif VolksWagon, Harrods, Barclays Bank, Klub Sepakbola Paris Saint Germain dan perusahaan telekomunikasi Indosat di Indonesia (melalui Qatar Telecom) dan berbagai perusahaan raksasa lainnya. Alhasil, dengan kondisi diatas, Qatar memiliki soft power yang kuat yang sangat membantunya dalam kegiatan diplomasi di dunia internasional.

Ketiga; Qatar paham pentingnya suksesi kepemimpinan. Suksesi kepemimpinan melalui kudeta tidak berdarah pada tahun 1995 yang dilakukan oleh mantan Emir Qatar Sheikh Hamad Al Thani terhadap ayahnya, merupakan awal kebangkitan Qatar menjadi negara yang kuat dan disegani baik regional maupun internasional. Hamad Al Thani melakukan modernisasi negaranya dan mengelola kekayaan alamnya untuk mendorong perekonomian negaranya sehingga menjadi salah satu negara dengan pendapatan perkapita tertinggi di dunia. Sadar akan pentingnya suksesi kepemimpinan, pada tahun 2013, di saat Sheikh Hamad Al Thani masih produktif dan berpengaruh serta didukung oleh rakyatnya untuk tetap menjadi Emir, ia menyerahkan tahta kepemimpinan Qatar kepada putranya Sheikh Hamim yang baru berusia 33 tahun. Hal ini jarang sekali terjadi didunia, seorang pemimpin yang masih produktif dan didukung oleh rakyatnya, secara sukarela dengan penuh kesadaran menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada penggantinya, terutama dinegara yang otoriter terlebih lagi dinegara monarki. Dalam acara sebuah acara di Televisi Al Jazeera Internasional, Inside Story, seorang Chief Editor Qatar Tribune mengatakan mundurnya sang Emir dari tahtanya karena karakternya bukan karena tekanan dari pihak lain. Ia mengatakan bahwa Qatar ingin mengirim pesan kepada dunia, bahwa kita tidak harus memegang kekuasaan selamanya. Ada cara untuk mengalihkan kepemimpinan kepada generasi berikutnya tanpa harus melukai rakayat dan menghancurkan negara.

Keempat; Qatar paham pentingnya menjalin hubungan baik dengan kelompok yang dianggap musuh oleh bangsa lain. Lihat saja bagaimana Qatar menjalin hubungan baik dengan Hamas yang dianggap sebagai kelompok yang membahayakan bagi Israel dan Barat. Qatar juga menjalin hubungan baik dengan Taliban yang dianggap teroris bagi pemerintah Afghanistan dan Amerika Serikat serta sekutunya. Bahkan Qatar mengizinkan Taliban membuka kantor perwakilan di Doha. Begitu juga dengan kelompok perjuangan Front Al Nusra di Suriah yang masih terafiliasi dengna Al Qaeda yang merupakan kelompok yang dianggap terorist oleh barat, Qatar juga menjalin hubungan baik. Bahkan sejumlah pihak menuduh Qatar mendukung pendanaan terhadap ISIL (Islamic State of Iraq and Levant), sebuah kelompok yang dianggap dunia internasional sebagai terorist yang saat ini menguasai sebagian wilayah Iraq dan Suriah. Dengan adanya hubungan baik dengan kelompok-kelompok tersebut, Qatar setidaknya memiliki 2 keuntungan secara diplomasi yaitu (1) Qatar dapat mengontrol kelompok tersebut. Qatar dapat meminta kelompok tersebut untuk melakukan sesuatu seperti membebaskan tawanan, menghentkan suatu tindakan yang dianggap berbahaya dan lainnya. Jika permintaan Qatar tersebut tidak dipenuhi, maka Qatar akan memutuskan hubungan dengan kelompok tersebut dan tentu saja kelompok tersebut sangat tidak ingin kehilangan Qatar yang mungkin merupakan satu-satunya sahabat baik mereka. (2) Qatar akan dibutuhkan oleh negara lain dalam hal yang berhubungan dengan kelompok-kelompok tersebut diatas. Contoh nyata adalah ketika kelompok tersebut menawan warga asing, maka pemerintah negara dari warga yang ditawan tersebut akan meminta bantuan Qatar dalam proses pembebasan tahanan. Dengan demikian, Qatar akan menjadi sangat penting bagi negara lain.

SEKILAS TENTANG SYIAH

image

Oleh : Duscik Ce’olah

Pembahasan tentang syiah saat ini sedang ramai di media sosial tanah air. Meningkatnya pembahasan tentang syiah tidak lepas dari kekhawatiran sebagian umat Islam di tanah air akan meningkatnya pemeluk dan pengaruh syiah terhadap tatanan politik dan sosial tanah air. Dengan meningkatnya pemeluk dan pengaruh syiah dikhawatirkan akan menciptakan konflik dimasa yang akan datang, sebagaimana yang tengah terjadi di Syiria dan Yaman, yang membuat kedua negara tersebut luluh lantak dan memakan ratusan ribuan korban jiwa.

Hampir setiap hari beberapa situs menyebarkan tulisan yang menjelaskan tentang syiah, mulai dari asal usulnya, pemahamannya, pergerakannya, negara yang menyokongnya, konflik yang terjadi hingga tentang pandangan ulama tentang syiah. Tulisan-tulisan tersebut disebarluaskan kembali oleh  pengguna sosial media dengan semangat yang sama yaitu untuk menginformasikan kepada masyarakat luas terutama masyarakat awam tentang bahaya syiah.

Sayapun merasa terpanggil untuk menyampaikan kepada masyarakat tentang syiah dengan tujuan yang baik supaya perkembangan syiah ditanah air dapat diketahui dan dipahami oleh masyarakat. Dengan demikian umat islam dapat waspada dan tidak terkecoh oleh pemikiran mereka, sehingga konflik berdarah sebagaimana yang tengah terjadi di Syiria dan Yaman, insha Allah tidak terjadi di Indonesia yang kita cintai.

Melengkapi tulisan ini, dibawah ini saya akan menampilkan beberapa gambar yang berisi penjelasan singkat tentang syiah, yang saya ambil dari akun facebook syiah bukan islam. Menurut saya penjelasan singkat digambar tersebut cukup penting bagi masyarakat awam untuk memahami sekilas tentang syiah.
Semoga bermanfaat!

image

image

Kebersamaan

Dibalik kesibukan kerja yang penuh dengan tekanan untuk pencapaian target, setiap pegawai menyimpan keinginan untuk mengabadikan kenangan akan keceriaan yang tercipta dalam kebersamaan.

image

image

Terkadang sang atasan juga tergoda untuk mengekspresikan sisi narsisnya. Seakan menunjukkan kepada dunia bahwa ia masih bisa bergaya seperti anak muda, meskipun ia sesungguhnya menyadari bahwa ia mulai beranjak senja.

image

image

Salam 3S Bravo, dari kami, Unit Pemasaran Bank Sumsel Babel Syariah Lubuklinggau.

Duscik Ce’olah, Muhammad Ridwan, Raudatul Hikmah, Dina Diyanah dan Nata Prasetyo Kiswara.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑